Sabtu, 01 Oktober 2016

29/09/2016

This is an amazing feeling i've ever felt when i met my idol, my inspiration, the best singer i've ever known, Shane Filan, for the first time. A memory i will never forget. Thursday, September 29th 2016. Right Here Concert. #ShaneFilan #ShaneFilanJkt #RightHere #RightHereConcert

Selasa, 12 April 2016

Ketika Mimpi Terkubur Kewajiban

Ilustrasi: Renza seorang mahasiswa salah satu universitas ternama di kotanya jurusan kedokteran terkapar di lantai kosnya dengan jarum suntik yang tergenggam di tangannya. Orang tuanya menangis sejadi-jadinya ketika melihat anaknya tersebut. Renza dibawa ke rumah sakit dan dirawat selama seminggu, ia ditanyai alasan melakukan hal itu. Satu jawabnya namun membuat orang tuanya menangis tersedu-sedu.

Sudahkah kalian membaca dan memahami ilustrasi diatas? Mengertikah kalian maksud ilustrasi diatas? Jika tidak, mari baca tulisan saya setelah ini!

Apa artinya sebuah cita-cita seorang anak?

Tentu semua orang mempunyai cita-cita, bukan? Semua orang memiliki keinginan menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain dengan cita-citanya, semua orang memiliki passion terhadap satu hal, bukan? Ya, hal tersebut tidak asing bagi manusia, sebagai manusia, kita pasti memiliki keinginan menjadi sesuatu. Namun, kenyataan dunia tidak sejalan dengan apa yang kita harapan.

Halangan dan kenyataan

Dalam mencapai sesuatu, pasti akan banyak rintangan dan halangan yang terkadang membawa kita ke titik terendah dalam hidup kita. Begitu pula dengan kenyataan yang ada di dunia ini, seringkali apa yang kita harapkan harus pupus dan hangus karena kenyataan yang ada dalam hidup ini.

Mengapa kewajibanku membuat pupus cita-citaku?

Inilah bagian paling penting dari tulisan saya ini. Simaklah kalimat berikut "Orang tua memang menginginkan yang terbaik untuk anaknya, namun seringkali apa yang terbaik menurut mereka, mungkin kita tidak berpikir demikian. Orang tua memang menginginkan yang terbaik bagi anaknya, namun seringkali cara dan pemikiran mereka meleset jauh dari cara dan pemikiran kita." Mengertikah kalian maksudnya?
Berapa banyak orang yang gagal dalam apa yang mereka lakukan hanya karena mereka melakukannya setengah hati? Jawabannya, SANGAT BANYAK! Dan taukah kalian mengapa? Ini semua terjadi karena adanya paksaan, karena kewajiban kita untuk membahagiakan orang-orang yang kita sayangi dan dengan terpaksa pun kita mau tidak mau menuruti apa yang mereka mau. Namun, apakah akan berjalan baik? Tidak! Orang tua selalu memaksakan sesuatu pada anaknya, mereka seperti menginginkan kita menjadi sesuatu yang sempurna menurut mereka. Mereka menuntut kita mendapat nilai yang sempurna dan peringkat yang baik sementara mereka tidak pernah bertanya kepada kita seberapa kuat kita mencapai hal itu. Ketika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang mereka mau, mereka akan mengatakan hal-hal yang membuat kita patah semangat tanpa melihat seberapa keras usaha kita. Mereka memaksa kita untuk masuk satu jurusan yang mereka tentukan tanpa memikirkan apa passion kita. Hal-hal tersebut menjadi tekanan yang sangat besar bagi seorang anak, hal tersebut yang menjadikan kita mencari tempat pelarian. Berdasarkan ilustrasi yang saya berikan, saya akan memberi tau apa yang sesungguhnya terjadi. Renza seseorang yang berprestasi, namun itu tidak berarti baginya karena ia berprestasi atas paksaan orang tuanya. Mimpinya pupus terhalang kewajibannya membanggakan orang tuanya, yang pada akhirnya ia lampiaskan pada narkoba. Dan orang tuanya? Mereka baru bisa menangis melihat anak mereka ketika telah terkapar, mereka baru menanyakan alasan ketika melihat anaknya terbaring tak berdaya di ranjang RS. Haruskah mereka menunggu sampai sebegitu terlambatnya? Orang tuanya baru menangis ketika mereka sudah hampir terlambat mengetahui apa yang selama ini anaknya rasakan. Padahal seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi apabila mereka bertanya alasan terlebih dahulu sebelum mengultimatum apa yang mereka inginkan, seharusnya orang tua memberi kebebasan bagi anaknya mendalami apa yang menjadi passion mereka. Sudah sepantasnya orang tua bisa menjadi sarana bagi anaknya untuk menumpahkan isi hati mereka, sudah sepantasnya orang tua bangga pada anaknya tanpa harus melihat kekurangannya dan membandingkan dengan anak orang lain, sudah sepantasnya orang tua membiarkan anaknya membuat rencana hidupnya sendiri, toh pada akhirnya kita yang menjalani masa depan kita, bukan orang tua. Orang tua hanya tinggal duduk diam menikmati hasil dari rencana yang kita buat. Jadi, sebelum segalanya terlambat, bicarakan hal ini kepada orang tua kalian, berilah mereka pemahaman mengenai jalan pikiran kalian, hope i'll see ya become a successful people later, and together we can change other people's perception of their passion. Sekian dari saya, semoga bermanfaat. -LL-